“Satukan Komitmen Perangi Perundungan, Wujudkan Generasi Bebas Kekerasan dan Diskriminasi”
Kupang, 26 Agustus 2025 – Mahasiswa Program Magister Institut Nida El-Adabi Parungpanjang, Ansarullah Lajamudin Narang, mengangkat isu krusial tentang perundungan melalui kegiatan wawancara akademik dengan Kepala Bidang Perlindungan Khusus Anak (PKA), France Abednego Tiran, SS, yang juga menjabat sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak (PHA), Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi NTT.
Topik wawancara ini berfokus pada “Efektivitas Kolaborasi Guru Pendidikan Agama Islam dan Guru Bimbingan Konseling dalam Mengatasi Perilaku Bullying di Kota Kupang”.
Dalam sesi yang berlangsung pada Selasa, 26 Agustus 2025, pukul 10.00–11.00 WITA di ruang kerja Bidang Perlindungan Khusus Anak, France Tiran menegaskan bahwa Guru BK dan Guru Agama memiliki peran vital dalam menciptakan sekolah yang aman. “Kolaborasi antara keduanya harus berjalan seimbang. Komunikasi dan koordinasi yang baik menjadi kunci untuk membangun lingkungan yang suportif bagi anak-anak,” ujarnya.
Beliau juga menekankan pentingnya guru berperan sebagai sahabat, agar siswa merasa nyaman dan berani menyampaikan permasalahan, termasuk terkait bullying.
Wawancara ini merupakan bagian dari upaya akademik mahasiswa Institut Nida El-Adabi untuk menghadirkan kontribusi nyata dalam penyelesaian persoalan sosial, khususnya perlindungan anak di lingkungan sekolah. Hasil kajian ini diharapkan memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan instansi pemerintah dalam mencegah kekerasan serta mewujudkan generasi bebas diskriminasi.
✨ Salam Berlian – Bersama Lindungi Anak!
#stopBullying
#stopKtA
#dp3ap2kbprovinsintt
#anakterlindungi
#perempuanberdaya
#nttsejahtera
#ayobangunntt













