Parung Panjang – 24 Agustus 2025.
Institut Nida El-Adabi kembali mengukuhkan komitmennya dalam mendorong pengembangan keilmuan dengan menyelenggarakan Stadium General bertajuk “Menguatkan Peran Penelitian Indonesia di Kancah Internasional” pada Minggu (24/8). Kegiatan ini digelar secara daring melalui platform Zoom Meeting dan diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa, serta peneliti dari berbagai perguruan tinggi.
Acara dibuka dengan sambutan dari Rektor Institut Nida El-Adabi, Drs. H. Ramlan Rosyad, M.Si. Beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum akademik ini sebagai upaya memperkuat budaya penelitian di lingkungan perguruan tinggi. “Penelitian adalah jantung dari pengembangan ilmu pengetahuan. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi pemantik semangat bagi dosen dan mahasiswa untuk menghasilkan karya riset yang tidak hanya bermanfaat secara lokal, tetapi juga mampu berbicara di level internasional,” ujarnya.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini dua akademisi yang kompeten di bidang penelitian, yaitu:
* Dr. Misno, SHI., SE., MEI., MH. (Director P3M STAI Sirojul Falah)
* Profesor Madya Dr. Azhar Jaafar (Director, International Institute for Islamic Civilization, UCYP University – Malaysia)
Acara dipandu oleh Anna Navita Syairoh, M.Pd. yang berperan sebagai moderator.
Dalam pemaparannya, Dr. Misno menekankan bahwa penelitian merupakan salah satu pilar utama dalam pengembangan perguruan tinggi. Menurutnya, kualitas penelitian tidak hanya diukur dari jumlah publikasi, tetapi juga dari relevansi, kebermanfaatan, serta kontribusinya dalam menjawab tantangan sosial dan keilmuan. Ia mendorong dosen dan mahasiswa untuk memperkuat tradisi riset kolaboratif lintas disiplin dan lintas lembaga, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, Profesor Madya Dr. Azhar Jaafar dari UCYP University Malaysia memberikan perspektif global mengenai pentingnya jejaring riset internasional. Ia menegaskan bahwa publikasi di jurnal bereputasi internasional bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi juga sarana diplomasi keilmuan yang mampu memperkuat citra dan posisi Indonesia di kancah global. Menurutnya, kerja sama penelitian antarnegara menjadi kunci dalam menjawab isu-isu kontemporer seperti perubahan iklim, transformasi digital, hingga pengembangan pendidikan berbasis nilai-nilai kemanusiaan.
Moderator, Anna Navita Syairoh, M.Pd., turut mengarahkan diskusi agar para peserta mendapatkan gambaran yang komprehensif mengenai strategi memperkuat peran penelitian. Diskusi interaktif yang berlangsung menegaskan antusiasme peserta dalam menggali pengalaman dan strategi dari kedua narasumber.
Menutup kegiatan, Rektor Institut Nida El-Adabi kembali menegaskan komitmen kampus dalam mendukung penelitian yang unggul dan berdaya saing. “Institut Nida El-Adabi akan terus mendorong lahirnya karya ilmiah yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan peradaban dunia melalui jejaring riset internasional,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Institut Nida El-Adabi berharap dapat menumbuhkan semangat riset di kalangan civitas akademika sekaligus memperluas kolaborasi internasional. Upaya ini sejalan dengan visi kampus untuk melahirkan karya ilmiah yang unggul, relevan, dan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan serta masyarakat global.














