Gadok, 16 September 2026 — Di tengah kehidupan generasi muda yang semakin dekat dengan smartphone dan media sosial, Al-Qur’an tidak cukup hanya hadir sebagai aplikasi yang tersimpan di dalam perangkat. Lebih dari itu, nilai-nilai Al-Qur’an perlu hadir dalam cara berpikir, berbicara, bersikap, hingga mengambil tindakan dalam kehidupan sehari-hari.
Berangkat dari gagasan tersebut, mahasiswa KKN Institut Nida El Adabi (KKN INDABI) menggelar seminar bertajuk “Digitalisasi Qur’an Character Capability: Membentuk Pola Sifat, Pola Pikir, Pola Ucapan, dan Pola Tindakan Berbasis Al-Qur’an, Sholat, dan Infaq” di Pondok Pesantren AMSA 001 Gadok, Rabu, 16 September 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi tingkat SMP dan SMA bersama para guru. Seminar tersebut menjadi bagian dari upaya KKN INDABI menghadirkan pendekatan literasi digital yang tidak hanya membahas bagaimana teknologi digunakan, tetapi juga bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk membantu generasi muda membangun kebiasaan dan karakter yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.
Ketika Digitalisasi Al-Qur’an Tidak Berhenti di Smartphone
Perkembangan teknologi membuat akses terhadap Al-Qur’an semakin mudah. Berbagai aplikasi memungkinkan seseorang membaca, mendengarkan, mencari ayat, hingga mempelajari kandungan Al-Qur’an melalui smartphone.
Namun, kemudahan akses tersebut belum tentu secara otomatis membuat nilai Al-Qur’an hadir dalam perilaku sehari-hari. Karena itu, seminar Digitalisasi Qur’an Character Capability membawa pembahasan pada hal yang lebih praktis, yaitu bagaimana nilai yang diperoleh dari Al-Qur’an dapat diterjemahkan menjadi kebiasaan nyata.
Peserta diajak memahami bahwa digitalisasi Al-Qur’an bukan sekadar memindahkan Al-Qur’an ke dalam perangkat digital. Digitalisasi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk membantu seseorang mengingat, memahami, menerapkan, dan mengevaluasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Pembahasan tersebut kemudian diarahkan pada empat aspek yang menjadi bagian dari pembentukan karakter, yaitu pola sifat, pola pikiran, pola ucapan, dan pola tindakan. Keempat aspek tersebut diharapkan dapat berjalan searah dengan nilai yang bersumber dari Al-Qur’an.
ASI Menjadi Bagian dari Pembiasaan Sehari-hari
Dalam seminar tersebut, KKN INDABI memperkenalkan konsep ASI, yang merupakan singkatan dari Al-Qur’an, Sholat, dan Infaq.
Al-Qur’an ditempatkan sebagai sumber nilai dan pedoman dalam menjalani kehidupan. Sholat menjadi bagian dari pembentukan kedisiplinan sekaligus hubungan seorang hamba dengan Allah SWT. Sementara itu, infaq menjadi bentuk nyata kepedulian dan kebaikan kepada sesama.
Ketiga hal tersebut kemudian tidak hanya dibahas sebagai materi seminar, tetapi diarahkan menjadi sebuah kebiasaan yang dapat dilakukan dan dievaluasi secara mandiri oleh peserta.
Pendekatan inilah yang kemudian diwujudkan melalui ASI Tracker, sebuah media sederhana yang digunakan dalam challenge pembiasaan setelah kegiatan seminar.
Dari Seminar Menjadi Challenge Melalui ASI Tracker
Salah satu bagian yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah pemberian ASI Tracker kepada peserta. Media tersebut dirancang untuk membantu peserta mencatat dan memantau kebiasaan yang berkaitan dengan Al-Qur’an, sholat, dan infaq.
Melalui ASI Tracker, peserta diajak untuk tidak berhenti pada pemahaman yang diperoleh selama seminar. Mereka juga diberikan ruang untuk melihat kembali konsistensi diri dalam menjalankan kebiasaan positif setelah kegiatan selesai.
Dengan cara tersebut, proses pembentukan karakter tidak hanya ditempatkan sebagai materi yang disampaikan dalam satu ruangan, tetapi sebagai proses pembiasaan yang membutuhkan praktik dan evaluasi secara berkelanjutan.
Literasi Digital yang Mengarah pada Pembentukan Karakter
Bagi generasi muda, smartphone telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Karena itu, pemanfaatan teknologi untuk kegiatan yang mendukung pembentukan karakter menjadi salah satu hal yang coba diperkenalkan melalui kegiatan ini.
Peserta diajak melihat teknologi dari sudut pandang yang lebih luas. Smartphone tidak hanya dapat digunakan untuk hiburan, komunikasi, dan mengakses media sosial, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media belajar Al-Qur’an, pengingat ibadah, sarana evaluasi diri, hingga pendukung pembentukan kebiasaan positif.
Dengan pendekatan tersebut, literasi digital yang dibangun tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi digunakan secara lebih bermakna dalam kehidupan.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan seminar. Siswa dan guru mengikuti rangkaian kegiatan sambil mendiskusikan bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an dapat diterapkan dalam berbagai situasi, mulai dari cara berpikir dan berbicara hingga sikap dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari.
Membawa Al-Qur’an dari Ruang Seminar ke Kehidupan Sehari-hari
Kegiatan Seminar Digitalisasi Qur’an Character Capability di Pondok Pesantren AMSA 001 Gadok diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan edukasi selama satu hari. Melalui ASI Tracker, peserta diberikan sebuah media untuk melanjutkan proses pembiasaan setelah seminar berakhir.
Gagasan yang dibawa KKN INDABI sederhana, tetapi membutuhkan konsistensi untuk dapat diwujudkan. Membaca dan memahami Al-Qur’an perlu dilanjutkan dengan upaya menerapkan nilai yang dipelajari. Sholat tidak hanya dipandang sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai bagian dari pembentukan kedisiplinan. Sementara infaq menjadi bentuk kepedulian yang dapat diwujudkan melalui tindakan nyata.
Pada akhirnya, digitalisasi Al-Qur’an bukan hanya tentang seberapa dekat Al-Qur’an dengan perangkat digital yang digunakan setiap hari, tetapi tentang seberapa jauh nilai-nilainya dapat hadir dalam kehidupan penggunanya.
Melalui kegiatan ini, KKN INDABI berupaya memperkenalkan bahwa teknologi dapat menjadi bagian dari proses tersebut. Al-Qur’an dapat dibaca melalui smartphone, diingat melalui pengingat digital, dipahami melalui berbagai media pembelajaran, kemudian diterjemahkan menjadi kebiasaan yang dilakukan dalam kehidupan nyata.
Dari Al-Qur’an menuju kebiasaan, dari kebiasaan menuju karakter.
Melalui Digitalisasi Qur’an Character Capability dan ASI Tracker, KKN INDABI berharap semangat tersebut dapat terus dilanjutkan oleh peserta di lingkungan Pondok Pesantren AMSA 001 Gadok, sehingga kegiatan yang dimulai dari sebuah seminar dapat berkembang menjadi proses pembiasaan yang lebih panjang.















