BOGOR — Melimpahnya hasil panen pisang di pedesaan sering kali hanya berakhir sebagai konsumsi harian keluarga tanpa menghasilkan nilai ekonomi yang signifikan. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 07 NIDASACI menginisiasi Pelatihan Pembuatan Keripik Pisang Cokelat bagi kalangan ibu rumah tangga di Desa Cihuni, Minggu (6/9/2026). Inisiatif ini difokuskan untuk mencetak embrio Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) baru berbasis komoditas lokal.
Berpusat di Posko KKN Kelompok 07, puluhan warga setempat mengikuti rangkaian pelatihan produksi pangan olahan secara langsung. Pelatihan tidak berfokus pada paparan teori, melainkan membongkar formula teknis mulai dari seleksi bahan mentah, teknik perajangan langsung di atas minyak panas demi menghasilkan kerenyahan maksimal, hingga metode pelapisan cokelat pasta yang higienis dan awet disimpan.

Kegiatan strategis ini turut didampingi oleh Umi Ety selaku pendamping lapangan serta dihadiri langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Sukriyadin Zebua, S.E., M.E. Kehadiran pembimbing memastikan proses transfer ilmu memiliki kelayakan standar mutu pangan rumahan serta arah kalkulasi bisnis yang realistis.
Dalam arahannya di lokasi kegiatan, Sukriyadin menegaskan bahwa pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat harus melahirkan solusi nyata yang mampu mendongkrak daya beli warga. Menurutnya, inovasi olahan makanan ringan merupakan gerbang paling rasional bagi masyarakat pedesaan untuk mengawali usaha mandiri dengan risiko modal yang minim.

Sesi praktik berlangsung dinamis lewat dialog interaktif antara mahasiswa dan kaum ibu yang antusias mengkaji perhitungan modal operasional, takaran bumbu, hingga masa simpan produk. Keterlibatan langsung ini menghapus keraguan warga yang semula menganggap pembuatan keripik aneka rasa membutuhkan peralatan pabrik yang mahal.
Guna melengkapi keterampilan produksi, mahasiswa juga membekali peserta dengan wawasan penjenamaan produk dan teknik pengemasan kedap udara menggunakan kantong bersegel modern. Standardisasi kemasan ini disiapkan agar produk olahan tangan warga Desa Cihuni mampu menembus warung ritel sekitar maupun pasar digital.

Rangkaian program kerja ini menegaskan komitmen Kelompok 07 NIDASACI dalam mengawal kemandirian finansial keluarga pascaprogram KKN berakhir. Keterampilan yang telah ditanamkan diharapkan menjadi pemantik bagi kaum perempuan di Desa Cihuni untuk terus berjejaring, memproduksi secara berkelanjutan, dan menjadikan keripik pisang cokelat sebagai produk unggulan desa yang berdaya saing di pasar lokal.











