Palasari, 1 September 2026 — Sebuah peluang usaha dapat berawal dari hal sederhana. Dengan kreativitas dan kemauan untuk mencoba, sebuah produk yang sederhana pun dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang memiliki nilai jual. Semangat inilah yang diperkenalkan mahasiswa KKN INDABI Kelompok 03 Dharmasena kepada siswa-siswi SMK Insan Madani, Desa Palasari, Tangerang, melalui praktik kewirausahaan bertajuk “Mochi to Money”.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari seminar “Membangun Layanan Bisnis yang Profesional di Era Digital” yang sebelumnya telah dilaksanakan bersama siswa SMK Insan Madani. Setelah mendapatkan pemahaman mengenai dunia bisnis dan pentingnya layanan profesional di era digital, para siswa kemudian diajak untuk menerapkan pengetahuan tersebut melalui kegiatan praktik secara langsung.
Kegiatan “Mochi to Money” juga menjadi ruang bagi mahasiswa KKN INDABI Kelompok 03 untuk memperkenalkan kewirausahaan dengan cara yang lebih dekat dan menyenangkan bagi siswa. Melalui praktik membuat produk makanan, siswa tidak hanya belajar menghasilkan sebuah produk, tetapi juga diajak memahami bahwa proses membangun usaha membutuhkan kreativitas, ketelitian, serta kemampuan melihat peluang.
Mahasiswa KKN INDABI Kelompok 03 Dharmasena bersama siswa-siswi SMK Insan Madani dan pihak pendamping dalam kegiatan “Mochi to Money”.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN mengajak para siswa mengenal proses pembuatan mochi secara langsung. Siswa terlibat dalam berbagai tahapan, mulai dari menyiapkan bahan, mengolah adonan, membentuk produk, hingga menghasilkan mochi yang siap untuk dikemas.
Pembelajaran yang dilakukan melalui praktik membuat suasana kegiatan menjadi lebih interaktif. Para siswa dapat mengikuti proses secara langsung sekaligus memperoleh pengalaman mengenai bagaimana sebuah produk dibuat sebelum akhirnya ditawarkan kepada konsumen.
Lebih dari sekadar membuat makanan, mahasiswa KKN juga memberikan pemahaman mengenai berbagai hal yang perlu diperhatikan ketika mengembangkan sebuah produk menjadi peluang usaha. Kreativitas dalam menghasilkan produk, kualitas, tampilan kemasan, penentuan harga, hingga strategi pemasaran menjadi bagian yang diperkenalkan kepada para siswa.
Melalui contoh sederhana berupa mochi, siswa diajak memahami bahwa sebuah usaha tidak selalu harus dimulai dengan modal dan konsep yang besar. Ide yang sederhana dapat memiliki nilai ekonomi apabila dikembangkan dengan kreativitas dan dikelola secara tepat.
Siswa-siswi SMK Insan Madani menunjukkan hasil praktik pembuatan mochi dalam kegiatan kewirausahaan “Mochi to Money”.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengikuti setiap tahapan praktik dan menunjukkan ketertarikan untuk mencoba membuat serta mengembangkan produk. Suasana kegiatan yang berlangsung secara langsung juga memberikan pengalaman belajar yang berbeda karena siswa dapat melihat hubungan antara proses produksi dan peluang pemasaran sebuah produk.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman baru sekaligus menumbuhkan pola pikir kewirausahaan di kalangan siswa. Mereka tidak hanya diarahkan untuk memahami bagaimana suatu produk dibuat, tetapi juga mulai melihat berbagai potensi di lingkungan sekitar yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.
Suasana kebersamaan mahasiswa KKN INDABI Kelompok 03 Dharmasena bersama siswa-siswi SMK Insan Madani setelah pelaksanaan kegiatan “Mochi to Money”.
Melalui kegiatan “Mochi to Money”, KKN INDABI Kelompok 03 Dharmasena berupaya menghadirkan pembelajaran kewirausahaan yang aplikatif dan dekat dengan kehidupan siswa. Dari sebuah produk sederhana, para siswa belajar bahwa peluang bisnis dapat dimulai dari keberanian mencoba, kreativitas dalam mengembangkan produk, serta kemampuan melihat kebutuhan konsumen.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN dalam mendorong generasi muda agar lebih kreatif, produktif, dan berani mengubah ide sederhana menjadi peluang yang memiliki nilai.













