Kedah, Malaysia – 9 November 2025. Suasana Majlis Konvokesyen (Wisuda) ke-38 UUM tampak begitu megah dan penuh khidmat. Ribuan hadirin memenuhi Dewan Mu’adzam Shah, menyaksikan prosesi wisuda yang diikuti oleh para wisudawan serta pimpinan universitas dari berbagai negara. Panggung utama berhias ornamen bercahaya dan tata dekorasi elegan, dengan singgasana kehormatan di tengah ruangan yang menjadi simbol penghormatan bagi Sultan Kedah dan pimpinan UUM. Layar besar bertuliskan “Majlis Konvokesyen ke-38 Universiti Utara Malaysia” menambah semarak suasana yang berpadu antara tradisi Melayu dan nuansa akademik internasional.
Acara wisuda ini turut dihadiri oleh Kebawah Duli Yang Maha Mulia Sultan Kedah serta Menteri Besar Kedah, bersama para pimpinan universitas dari 17 negara.
Dalam kesempatan ini, Rektor Institut Nida El Adabi, Dr (Cand) H. Ramlan Rosyad, M.Si. menjadi salah satu perwakilan dari Indonesia yang diundang menghadiri undangan resmi Rektor UUM sebagai bentuk penghargaan dan pengakuan atas kontribusi akademik serta jejaring kerja sama internasional kampus.
Dalam barisan prosesi, Rektor Institut Nida El Adabi tampak melambaikan tangan dengan ramah, mengenakan jubah kehormatan hijau berhiaskan emas di tengah barisan para akademisi dari 17 negara lainnya. Para pimpinan universitas berjalan beriringan dengan jubah kebesaran masing-masing, menciptakan pemandangan penuh warna dan makna, simbol persahabatan dan semangat keilmuan lintas bangsa.
Rektor Institut Nida El Adabi menyampaikan rasa syukur atas kesempatan tersebut.
“Kehadiran kami sebagai salah satu perwakilan kampus dari Indonesia menjadi kehormatan tersendiri bagi Institut Nida El Adabi. Ini perlu disyukuri, karena keberadaan Institut Nida El Adabi sudah diakui dalam lingkup internasional. Kami melihat ini sebagai kesempatan untuk lebih mempererat hubungan akademik dan membuka peluang kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri,” ujarnya.
Kehadiran Institut Nida El Adabi di ajang internasional ini menjadi bukti nyata bahwa kampus Islam di Indonesia mampu berdiri sejajar dengan perguruan tinggi dunia. Semangat global ini diharapkan menginspirasi seluruh sivitas akademika. Dosen, mahasiswa, dan alumni untuk terus berprestasi, berkolaborasi, serta membawa nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin ke ranah internasional.











