Bogor, 22 Oktober 2026. Antusiasme luar biasa mewarnai pelaksanaan Webinar Santripreneur Series #02 yang diselenggarakan Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) Institut Nida El Adabi (INDABI), Kamis (22/10/2026). Bertepatan dengan momentum menyambut Hari Santri Nasional, kegiatan ini mengangkat semangat kewirausahaan sebagai salah satu langkah strategis untuk memperkuat kemandirian dan kebangkitan ekonomi umat.
Tingginya minat peserta membuat kapasitas ruang Zoom Meeting mencapai batas maksimal. Kondisi tersebut menjadi gambaran besarnya antusiasme mahasiswa dan masyarakat untuk mengikuti pembahasan mengenai bisnis syariah dan kewirausahaan yang berlandaskan nilai-nilai spiritual. Bagi peserta yang belum mendapatkan kesempatan bergabung melalui Zoom, panitia menyediakan alternatif akses melalui siaran langsung (live streaming) di YouTube sehingga kegiatan tetap dapat disaksikan secara daring.
Dalam sambutannya, Rektor Institut Nida El-Adabi, Dr. (C) H. Ramlan Rosyad, M.Si., menyoroti pentingnya peran umat Islam dalam memperkuat perekonomian. Ia menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi ekonomi umat Islam yang dinilainya masih jauh tertinggal dibandingkan kelompok umat lainnya.
Menurutnya, umat Islam memiliki potensi besar untuk berkembang dan mengambil peran strategis dalam perekonomian. Potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui semangat kewirausahaan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta keberanian membangun usaha yang produktif dan berkelanjutan.
Rektor berharap umat Islam tidak hanya menjadi konsumen dalam aktivitas ekonomi, tetapi mampu tampil sebagai pelopor, pelaku, dan penggerak perekonomian yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Webinar ini menghadirkan Dr. H. M. Wahib, MH., M.Si., Direktur ZISWAF CT ARSA Foundation, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia membahas spirit kewirausahaan dalam Islam, keteladanan para pelaku ekonomi Muslim, serta pentingnya membangun bisnis yang berlandaskan nilai-nilai syariah.
Materi yang disampaikan mengangkat keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai pedagang yang dikenal jujur, Khadijah r.a. sebagai pengusaha perempuan yang sukses, Abdurrahman bin Auf sebagai saudagar yang ulet dan dermawan, serta Utsman bin Affan yang memberikan teladan melalui praktik wakaf untuk kepentingan umat.
Narasumber juga menekankan pentingnya penerapan akhlak bisnis melalui empat prinsip utama, yaitu
shiddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), fathanah (cerdas dan visioner), serta tabligh (komunikatif). Keempat nilai tersebut menjadi landasan penting dalam membangun kepercayaan, menjaga integritas, dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Selain itu, materi webinar membahas konsep maqashid syariah dalam aktivitas ekonomi, yang mencakup perlindungan agama (hifz ad-din), jiwa (hifz an-nafs), akal (hifz al-aql), keturunan (hifz annasl), dan harta (hifz al-mal). Dalam perspektif ini, aktivitas bisnis tidak semata-mata mengejar keuntungan finansial, tetapi juga harus memperhatikan kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat.
Konsep tersebut mengarahkan kegiatan ekonomi pada pencapaian falah, yakni kesejahteraan dan keberhasilan hidup di dunia maupun akhirat. Dengan demikian, bisnis syariah diharapkan mampu menciptakan nilai ekonomi sekaligus menghadirkan keadilan dalam distribusi dan manfaat bagi masyarakat.
Membludaknya antusiasme peserta menjadi catatan positif bagi Prodi MBS INDABI dalam mengembangkan program edukasi kewirausahaan yang relevan dengan kebutuhan generasi muda. Kondisi tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kapasitas penyelenggaraan kegiatan daring pada agenda berikutnya.
Melalui program Santripreneur, MBS INDABI berkomitmen mendorong lahirnya generasi wirausaha yang tidak hanya cakap membaca peluang bisnis, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, dan komitmen terhadap prinsip-prinsip manajemen bisnis syariah.
Santripreneur diharapkan menjadi ruang pembelajaran berkelanjutan bagi mahasiswa untuk membangun kemandirian ekonomi, memperluas manfaat usaha, dan mengambil bagian dalam mewujudkan umat Islam yang lebih berdaya secara ekonomi.













